Tentang Kunang-kunang

132

Sekarang di handphone saya, ada satu binatang yang hampir tiap hari ngendon. Kunang-kunang.

Yak, di handphone saya Ada dua lagu berjudul Fireflies dari dua band yang berbeda teritori. Yang pertama, Fireflies milik sebuah band psychedelic-blues-jazz-pop-whatever asik asal Jogja bernama Risky Summerbee & the Honeythief. Lalu yang kedua ada Fireflies dari Owl City, proyek synthpop Adam Young.


Risky Summerbee &the Honeythief

Keduanya simpel dengan cara masing-masing. Kalo yang dari RSHT itu simpel dengan aksen gitar akustik. Kalo yang dari Owl City, simpel dengan balutan musik yang didominasi alat berbunyi tulalit tulalit itu. Dan keduanya sama-sama menyenangkan.

Berbicara tentang kunang-kunang, dulu waktu saya kecil saya selalu percaya bahwa kunang-kunang itu adalah penjelmaan dari potongan kuku orang mati. Kebetulan di dekat komplek perumahan saya ada sebuah tempat pemakaman. Dasar anak kecil, bukannya takut dengan hantu, saya malah sering pergi ke tempat itu selepas maghrib. Untuk apa? Untuk mencari kunang-kunang tentunya. Dan entah kenapa, memang disana banyak sekali hewan bercahaya itu. Saya selalu ngumpulin kunang-kunang, lalu dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diberi lubang buat ventilasi. Lalu saya pandangi dengan kagum dalam kamar saya yang gelap.

Kalau sekarang mungkin populasi kunang-kunang sudah sedikit sekali, apalagi di kota besar, hampir tidak ada sepertinya. Bisa jadi karena udara semakin tidak segar. Bisa jadi sudah tidak banyak tempat hijau. Bisa jadi orang jaman sekarang kalau mati, kukunya dipotong habis. Entahlah.

Yang pasti, kalo lagi denger lagu Fireflies ini, saya jadi inget masa kecil saya yang sering mencari kunang-kunang setelah pulang mengaji. Padahal lirik lagu Fireflies dua-duanya tidak ada yang membahas tentang mencari kunang-kunang selepas mengaji, hehehe…

Surabaya, 16 Juni 2010,

Di Tempat Kos Ayos Purwoaji

Sembari mendengarkan lagu-lagu dari Galaxie 500 pemberian M.Taufiqurrahman

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR