Andai Saya Anggota DPD RI: Menggerakkan Literasi Di Pedesaan

104
Seandainya saya menjadi anggota DPD, saya akan menyadari bahwa literasi adalah hal terpenting untuk membangun suatu daerah. Membaca, menulis, dan kegiatan kreatif adalah pondasi kokoh agar suatu daerah berkembang dengan baik.
Lalu apa yang akan saya lakukan?

Pertama, saya jelas akan meniru jejak Dik Doank dan Gola Gong yang mendirikan rumah literasi di pedesaan tempat mereka tinggal. Dik Doank dengan Kandang Jurang Doank, dan Gola Gong dengan Rumah Dunia.

 Kandank Jurank: Gambar diambil dari sini
 
Rumah Dunia: Gambal diambil dari sini
Saya jelas akan membangun rumah literasi di pedesaan. Kenapa di pedesaan? Karena area ini seringkali dilupakan, padahal banyak potensi yang terdapat di desa. Dengan membangun desa, diharapkan penduduk desa tidak akan tergiur pindah ke kota demi mencari penghidupan yang lebih baik. Mereka akan tinggal dan membangun desa mereka.
Di rumah literasi itu nantinya  akan ada perpustakaan yang berisi ratusan, bahkan ribuan bahan bacaan. Baik buku anak-anak, buku ilmiah populer, novel, majalah, komik, atau kliping koran. Saya akan mengajak anak-anak kecil dan para remaja menjadi pengurus rumah literasi tersebut. Dengan menjadi pengurus, diharapkan mereka akan mempunyai rasa memiliki terhadap rumah baca tersebut.

Setiap sore sepulang sekolah akan ada pelatihan literasi yang mengundang para pemateri yang kompeten. Pelatihannya adalah pelatihan gerakan kreatif. Bisa berupa menulis cerpen, menulis artikel, menulis skenario film, atau pelatihan sinematografi. Akan ada pula pelatihan teater atau musik. Juga akan ada diskusi, mulai diskusi film, musik, filsafat, atau sastra. Tiap 2 atau 3 bulan nanti akan ada pentas kesenian yang diisi oleh anak-anak desa tersebut.

Lalu bagaimana dengan biaya untuk membangun rumah literasi ini? Mungkin untuk awal, biaya akan datang dari kantong sendiri. Anggap saja ini bakti untuk daerah kita. Kita pilih satu desa dulu, mari mulai dengan desa tempat kita tinggal, atau desa  yang sekiranya kurang tergarap dengan baik. Nanti kalau sudah mulai berkembang, baru kita melangkah ke desa yang lain.

Untuk buku, sebagai anggota DPD yang memiliki banyak koneksi, saya akan minta tolong kepada para koneksi saya untuk mengumpulkan segala buku atau majalah. yang nantinya akan menjadi koleksi awal rumah literasi. Membangun rumah literasi ini memang tak mudah dan biaya yang tak sedikit.

Tapi nanti hasil pasti akan datang. Kandang Jurang dan Rumah Dunia sekarang sudah menjadi pusat literasi di desa yang sudah tersohor hingga bisa mendatangkan sponsor, relawan, atau bahkan penyandang dana. Nantinya dana itu akan diputar kembali. Membeli tanah untuk memperluas rumah literasi, membeli buku, membangun gazebo untuk ruang diskusi, membuat kolam ikan untuk wiraswasta, atau bahkan membangun rumah literasi di desa lain.

Kandang Jurang dan Rumah Dunia juga sudah menelurkan banyak pemuda dengan kemampuan literasi yang mengagumkan. Hasil dari pelatihan literasi yang rajin mereka galakkan. Ada yang menjadi penulis novel, ada yang menjadi dosen, ada pula yang menjadi kameramen. Pemuda-pemuda seperti itulah yang dibutuhkan oleh daerah. Pemuda yang kreatif dan bisa memberdayakan diri sendiri. Pemuda yang mau membangun desa dan tak melulu ingin pergi ke kota demi penghidupan yang lebih baik.

Adalah tugas anggota DPD untuk memberdayakan desa. Salah satu caranya adalah melalui pembangunan rumah literasi. Hal ini memang “hanya” langkah kecil, namum berarti. Lagipula, perubahan besar selalu dipantik oleh perubahan kecil bukan?
Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR