When You’re Strange: The Film About THE DOORS

237


Salah satu film bagus mengenai kisah sebuah band rock adalah The Doors. Film yang disutradarai oleh Oliver Stone ini begitu memukau, apalagi akting Val Kilmer yang menghipnotis itu.

Tapi ternyata, Ray Manzarek, sang pemain synth The Doors mengatakan bahwa film itu tidak bagus sama sekali.

“”Jim with a bottle all the time. It was ridiculous . . . It was not about Jim Morrison. It was about Jimbo Morrison, the drunk. God, where was the sensitive poet and the funny guy? The guy I knew was not on that screen.” kata Ray dalam suatu wawancara.

Ray mengkritik Oliver yang terlalu mengeksploitasi sisi pemabuk dari Jim, yang sering disebut dengan alter ego bernama Jimbo. Ray menanyakan kemana perginya Jim sang penulis puisi yang sensitif dan rapuh serta lucu.

Sejak saat itu, Ray sepertinya punya obsesi untuk punya film yang bisa menggambarkan Jim Morrison secara utuh.

Tuhan pun mengabulkan permintaannya. Maka inilah dia, sebuah rockumenter yang saya ramalkan akan bisa membuat anda menyembah THE DOORS, bukan lagi Ariel Peterpan.

When You’re Strange adalah sebuah film tentang The Doors yang disutradarai oleh Tom DiCillo. Film ini diambil dari sejumlah footage yang diambil dari tahun 1956 hingga saat kematian Jim pada tahun 1971.

Dari trailer yang saya tonton di youtube, film ini berisi tentang segala kegiatan The Doors yang belum pernah ditonton oleh publik. Di film yang dinarasikan oleh kakak saya, Johnny Depp, adegan dibuka oleh suara Depp yang berat, yang berucap “If the doors of perception were cleansed everything would appear to man as it is, infinite”, sebuah penggalan kalimat dari puisi William Blake yang berjudul The Marriage of Heaven and Hell. Kalimat itu seakan menjadi ucapan bismillah dari rentetan adegan-adegan yang menghipnotis.

Jim yang brewok berjalan sendirian diantara gurun pasir, lalu dia menyetir mobil sembari berteriak dengan liar. Lalu ada cuplikan kata-kata Jim yang legendaris

“these days, you have to be a politician or assasin or something to really be a superstar”

““You’re all a bunch of fuckin’ slaves!”

Lalu adegan-adegan kegilaan yang disebabkan oleh The Doors pun silih berganti muncul. Histeria massa, polisi yang kalap, hakim yang membacakan keputusan penahanan Jim, Jim yang menarikan Ghost Dance di depan anak-anak, hingga kabar kematian Jim Morrison di Paris.

“Ladies and gentlemen, The Doors.” Lalu gelap. Trailer habis.

Ah! Sepertinya film ini bakalan sangat keren!

Di Amerika, film berdurasi 90 menit ini sudah dirilis pada tanggal 9 April 2010. Film ini sendiri menjadi official selection di beberapa festival film, antara lain di Sundance Film Festival, Berlin Film Festival, London Film Festival, hingga Mar Del Plata Film Festival. Bahkan dalam Santa Barbara Film Festival, film ini selalu sold out dalam setiap pertunjukannya. Jancuk! Film ini akan dirilis dalam format DVD dan Blue Ray serentak pada tanggal 29 Juni 2010.

Jhonny Depp dalam sebuah wawancara berkata “Watching the hypnotic, hitherto unreleased footage of Jim, John, Ray and Robby, I felt like I experienced it all through their eyes. As a rock n’ roll documentary, or any kind of documentary for that matter, it simply doesn’t get any better than this. What an honor to have been involved. I am as proud of this as anything I have ever done.”

Jadi semakin tidak sabar!

Bagi yang tidak tahu siapa itu The Doors, klik disini

Situs film When You’re Strange, klik disini

“HYPNOTIC!”
Peter Travers, ROLLING STONE

“UTTERLY ENTHRALLING. THE FILM IS POETRY.”
THE ATLANTIC

“An absorbing, visual voyage” (Washington Post)

This movie is the story of the band but it is also an insight into a moment in time that will never be repeated.” (Tom DiCillo)

I don’t want to die in my sleep, or of old age, or OD…I want to feel what it’s like. I want to taste it, hear it, smell it. Death is only going to happen to you once; I don’t want to miss it. (Jim Morrison)

Surabaya, 18 Juni 2010
Sembari mendengarkan dan mendonlot lagu-lagu The Doors
Karena di komputernya Ayos gak ada lagu-lagu The Doors.
Payah ah, hahahaha


Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR