Akhirnya!

147

Saya pertama kali menempuh mata kuliah Grammar and Structure 4 ini ketika saya masih duduk di semester 4. Waktu itu yang mengampu MK ini adalah Profesor Suparmin, seorang dosen senior yang sangat disegani. Dia adalah pemegang nilai TOEFL tertinggi di seluruh Asia Tenggara hingga saat ini. Orangnya berkulit coklat tua, rambutnya sudah memutih, kalau berjalan pelan, begitu juga cara ngomongnya.

Waktu itu saya adalah mahasiswa yang kurang ajar. Darah muda saya waktu itu membuat saya hobi memakai celana jeans robek-robek untuk kuliah. Pake kaos oblong pula. Begitu juga di kelas Pak Parmin ini.

Saya ingat waktu itu ujian akhir semester. Saya duduk di depan, dengan celana jeans robek di lutut, dengan kaos oblong lusuh, serta kemeja flannel kebanggaan saya. Masih ditambah pula dengan rambut gondrong awut-awutan. Cukup untuk membuat seorang Profesor botak menjadi gondrong.

Dan benar, Pak Parmin menegur. Tapi beliau menegur dengan halus. Bukan dengan cara meledak-ledak yang biasanya dilakukan oleh dosen-dosen brengsek sok killer, yang malah membuat saya makin keras memberontak.

“Mas Nuran, nempuh mata kuliah saya apa saja?” tanyanya pelan.

“Gak ada Pak, ini saja. Kenapa Pak?” tanya saya polos.

“Hehehe, lain kali kalau masuk di kelas saya, tolong jangan pakai celana robek-robek ya mas” kata beliau bijak.

“Hehehe, iya Pak, maaf” ujar saya sambil cengengesan.

Dan percaya atau tidak, sejak itu saya tidak pernah memakai celana jeans robek lagi kalau kuliah.

Gara-gara saya sering membolos dan tak pernah mengerjakan tugas, saya dengan sukses mendapat nilai D untuk Grammar 4 yang diampu oleh Pak Parmin itu.

Saya baru mengulang MK itu di semester 8. Kali ini yang mengajar adalah Bu Mei, seorang dosen senior yang baik hati. Teman-teman sekelas saya adalah mahasiswa angkatan 2007 yang kadang suka kurang ajar, hahaha.

Lagi-lagi karena saya sering bolos dan tak pernah mengerjakan tugas, saya dapat D. Ugh! Teman-teman satu angkatan sudah mulai menyarankan agar saya mengambil semester pendek. Tapi saya menolak. Buat saya, waktunya liburan ya harus dipakai untuk berlibur. Bukannya stuck di kampus dan kuliah.

Akhirnya di semester 10, saya ulang Grammar 4 ini bareng skripsi. Kali ini teman-teman setia saya adalah anak-anak 2008 yang kalem dan tidak banyak tingkah. Kali ini saya bertekad harus lulus. Oh ya, yang mengajar MK ini masih tetap Bu Mei.

Di semester 9, Bu Mei sempat takjub karena proposal skripsi saya. Dalam bab I dan bab IV itu, saya mengupas mengenai aspek Budaya Indian dan Eksistensialisme yang mempengaruhi Jim Morrison dalam film Oliver Stone, The Doors.

“Wah mas, ini bagus sekali. Saya tidak bisa komentar apa-apa. Seharusnya mas Aunur ngasihin proposal ini jauh-jauh hari, biar saya bisa membaca lebih lanjut” kata beliau setelah kelas Literature Seminar.

“Hehehe, saya baru bikin proposal skripsi ini kemaren malam bu” kata saya sambil cengengesan.

“Hah?!” beliau tambah kaget.

“Tapi ya ini mas, saya sih gak bisa protes soal content. Tapi tolong GRAMMAR-nya diperbaiki” kata Bu Mei sembari tersenyum simpul dan memberi penekanan pada kata grammar.

Oalah! Penyakittt! Dan saya menengok, memang di lembaran Bab 1 dan Bab 4 saya itu banyak coretan-coretan merah. Ya, itu coretan yang mengkoreksi grammar saya. ugh!

Semester 10 ini saya semakin rajin. Kalau biasanya di daftar absen ada 5 kali (atau bahkan lebih) coretan di kotak nama saya, kali ini hanya ada 3, batas maksimal tidak masuk. Saya semakin rajin baca buku Living English Structure karangan W. Stannard Fucking Allen. Lalu saya rela memfotokopi materi-materi punya Rere, anak 2008 yang juga teman sekelas saya. Sebelumnya mana mau saya susah-susah foto kopi materi kuliah. Bagi saya yang (sepertinya) punya indera keenam, Grammar itu cukup dijawab dengan menebak saja, hahahaha. Karena pikiran bodoh itu, saya gak lulus-lulus MK ini, hehehe.


Ini kitab suci saya yang sudah saya pakai selama 10 semester

Dan akhirnya akhir semester pun tiba. Hasil ujian pun sepertinya sudah keluar beberapa hari lalu.

Pagi-pagi saya sudah di sms oleh Budi, teman saya yang selalu satu sekolah semenjak SMP hingga kuliah (dia juga pernah bareng saya mengulang grammar 4 pada kelas Bu Mei, tapi brengseknya dia lulus sedang saya tidak. Hahahaha). Dia menyuruh saya datang ke kampus jam 10. Saya yang semalaman begadang baru bangun jam 11. Dia pun ngamuk-ngamuk sembari menyuruh saya buruan ke kampus buat melihat nilai.

Setelah saya sampai di kampus, saya langsung melihat nilai akhir semester.

Dan!

Saya lulus Grammar and Structure 4!!!!!!!!

Dapat C!!!! (duh, mengenaskan sekali nasib saya yang sudah berbangga hati karena dapat C, hahaha)

Tapi senangnya gak ketulungan. Sampai tadi saya rela membayari Budi segelas Es Joshua sebagai perayaan, hahaha.

Setelah itu saya langsung nulis di status di facebook kalau saya lulus Grammar 4. Teman-teman saya ada yang ngata-ngatain (konteks bercanda tentunya), ada pula yang ngasih selamat. Ah, sepertinya saya jadi orang yang paling berbahagia di seluruh dunia, hahaha.

Lagipula si Putri akan memberikan hadiah berupa nomer handphone temennya yang cantik dan saya taksir itu, hahaha.

Ah sudahlah, kalau saya teruskan tulisan bodoh ini, akan terlalu banyak kata “hahaha” sepertinya. Jadi sampai sini dulu tulisan bodoh ini.

Hahahaha.

Jember, Kamis, 1 Juli 2010
Sembari mendengarkan musikalisasi puisi Reda Gaudiamo
Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR