Taman Bacaan Mentari

332

Saya beruntung lahir di tengah keluarga besar yang suka membaca. Saya ingat pesan ayah saya dulu.

“Ayah mungkin gak kaya, gak bisa ngasih warisan banyak. Warisan ayah cuma buku” kata beliau waktu saya SD dulu. Ayah saya punya perpustakaan kecil di rumah. Ruangan ini adalah ruangan favorit saya. Isinya ya koleksi buku ayah saya, novel-novel, hingga komik koleksi saya.

Nah, tadi siang saya baru saja dapat kabar gembira via facebook. Adik ayah saya yang nomer 4, Abrar Pradsojo alias Om Subur, sekarang membuka rumah baca kecil-kecilan. Namanya Taman Bacaan Mentari.



Rumah om saya ini terletak di Cigadung, daerah dataran tinggi dekat Dago Atas. Rumahnya sangat menyenangkan. Hawanya dingin, khas Bandung. Kalau malam terlihat banyak lampu dari jalanan Dago Atas, indah pol-polan. Yang unik dari rumah ini adalah ruang tamu terletak di atas, lalu kamar tidur, hingga ruang santai terletak di lantai bawah.

Nah, Om saya ini juga suka baca. Begitu juga istrinya, Tante Bunga, perempuan keturunan Portugis yang kampung halamannya ada di Kupang nan jauh disana. Hobi itu ditularkan pada 2 anak mereka –si sulung Faisal, dan Farhan si bungsu yang bandelnya minta ampun. Di rumah mereka ada ratusan komik, novel, hingga buku-buku “berat”.

Om Subur yang anggota Wanadri ini juga punya banyak buletin Wanadri, buku-buku terbitan Wanadri, hingga buku-buku tentang kegiatan outdoor. Nah, ketimbang buku-buku itu dibaca oleh mereka berempat saja, akhirnya si Om dan si Tante berinisiatif membuka taman bacaan gratis.

“Taman bacaan ini terbuka untuk umum khususnya pelajar dari tingkat SD sampe remaja.Kalo mau baca aja harus bayar kapan generasi muda kita akan suka membaca.Ditunggu bagi para sahabatku yang serius untuk menyumbang” Kata si Tante.

Jadi buat yang punya koleksi buku yang gak terpakai, disumbangin kesini aja, insyaallah jadi berkah dan pahala 🙂

Oh ya, selama bulan puasa, taman bacaan ini buka setiap hari dari jam setengah 3 sore sampe setengah 6. Juga ada takjil gratis tiap hari 🙂

Jadi? Mari datang ke Taman Bacaan Mentari, dan lestarikan budaya membaca 🙂

N.B: Bagi yang mau menyumbang –baik buku, novel, majalah atau komik– silahkan hubungi

Abrar Prasodjo: 081 122 10 944
Bunga Safari: 0856 599 200 70

Jember, 26 Agustus 2010
Sembari mendengarkan OST This Is England
So far, 54-46 Was My Number from Toots and the Maytals is my favourite…
Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

7 KOMENTAR

  1. aha! selamat ya, atas dibukanya Taman Bacaan Mentari. semoga lekas bertumbuh dewasa dan semakin membesar.

    saya sama temen-temen juga membuka Ruang Kreatif, di suatu desa di dekat Purwokerto. kami mengoleksi buku juga, untuk dibaca kalangan umum. meski memang belum sampai bilangan ratusan, sih. khekekekekee..

    kalau sedang main ke Purwokerto, monggo mampir ke markas kami di desa Notog. atau, bisa juga mampir ke grup kami di Facebook, dengan nama Padang Ilalang.

    mari sebarkan virus membaca 😀

  2. @om subur: gak gratis taukkk… ongkosnya trangia ama buku Ekspedisi Pulau Terluar, hehehehe

    @hanie: wah, keren tuh han… iya, nanti kalau aku ke purwokerto insyaallah mampir 🙂

    @ayos: pinjam aja yos, terus dibawa ke jember, hehehe

TINGGALKAN KOMENTAR