Ketan Cetol

1116
Salah satu hal yang paling saya benci adalah dicubit. Cubit, dalam bahasa Jawanya; cetol, entah kenapa selalu membuat saya meringis pedih. Tapi lain halnya kalau yang dicubit itu Mbah Adam.

“Ketan cetol iku enak. Ndisek sing dodol iku ayu. Senengane lek digudo iku nyetol. (Ketan cetol itu enak. Dulu yang jual itu cantik. Kalo digodain sukanya mencubit)” ujar almarhum paman ayah saya yang jenaka itu. Ia ternyata begitu suka dicetol.

Saya tak pernah tanya langsung pada mbah saya itu, tahun berapa ketan cetol ini mulai dijual. Tapi hampir nihil orang Jember yang tak tahu warung ketan ini. Warung yang terletak persis di bawah jembatan Jompo ini biasanya buka sekitar jam 8 malam, ketika deretan toko mas di daerah Jompo sudah mulai tutup dan lampu jalan sudah berpendar. Warung ini sekarang dijalankan oleh anak dan cucu penjual sebelumnya: perempuan cantik yang konon suka mencubit para pelanggannya yang genit. Cubitan itu lah yang lantas menjadi nama belakang ketan. Cetolan itu sekarang sudah tak dipraktekkan lagi. Tapi tetap saja namanya ketan cetol.

Selain ketan, warung ini juga menjual STMJ sebagai jualan andalannya. Selain itu juga ada berbagai penganan dari jerohan ayam macam sate usus, sate rempelo ati, hingga tempe dan tahu goreng. Semuanya sedap untuk dikawinkan dengan ketan empuk yang bertabur bubuk ketan berwarna coklat yang legit.



Beberapa hari lalu Togog, kawan satu angkatan di kampus, merayakan keberhasilannya melewatkan ujian skripsi dengan baik. Maka dia dengan baik hati mengajak kawan-kawan untuk melewatkan malam di bawah jembatan Jompo sembari menyeruput STMJ dan menyuap ketan.

Yang Punya Hajat


STMJ disini terkenal enak. Rasa jahenya tidak begitu pedas menyengat, mantap bercampur dengan kuning telur ayam kampung yang membuat minuman ini berwarna kuning cerah dan berasa gurih. Sayang susunya hanya dari susu kental manis kalengan. Kalau saja memakai susu sapi segar, pasti rasanya jauh lebih mantap.

Harga kudapan dan minuman disini cukup terjangkau. STMJ dengan 1 telur hanya dibanderol 6000 rupiah saja. Kalau tambah telur sepertinya nambah antara 1000-2000 rupiah. Sedang ketan dibanderol 1500 rupiah. Begitu pula sate rempelo ati. Sedang sate usus dijual 1000 rupiah, dan aneka gorengan 500 rupiah, gratis cabai rawit.

Kalau anda main di Jember, tak ada salahnya melewatkan malam di ketan cetol sembari menyeruput STMJ hangat. Jember akan menunjukkan sisi ramahnya pada anda.

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR