Tentang 5 Pembuka Yang Menyengat

690
Beberapa orang percaya, reff adalah bagian terpenting dari sebuah lagu. Reff laiknya main course yang ditunggu-tunggu setelah hanya menyantap makanan pembuka. Pendapat ini lantas diadopsi oleh sistem RBT, dan berhasil. Karena itu hampir semua RBT selalu memasang bagian reff-nya. Tentu saja harus reff yang catchy, easy listening, dan bisa mengundang sing along.

Tapi saya tak setuju dengan pendapat purba itu. Mengutip jargon salah satu pewangi tubuh terkenal; kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Yap, kesan pertama adalah hal yang paling penting dalam sebuah lagu. Lalu dari mana kesan pertama itu didapat? Tentu saja pada: INTRO.

Sebuah lagu haruslah menarik sejak tombol play ditekan. Kalau intronya tak menarik, kecil kemungkinan kita akan terus mendengarkan lagu sampai selesai. Tapi selanjutnya memang terserah anda. Ada lagu dengan intro yang menyengat, dan selanjutnya anda akan terus tersengat. Ada pula lagu dengan intro yang memorable, tapi keseluruhan lagunya hanya akan membuat kita mencari tampar dan menjirat leher sendiri.

Yang saya masukkan disini adalah lagu-lagu dengan intro yang menyengat. Yang begitu mendengarnya beberapa detik anda sudah langsung bisa menebak, “oh lagu ini, yang nyanyi si ini.” Itulah kekuatan intro yang seringkali diabaikan oleh banyak pemuja reff. Jadi mari kita mulai menyengat diri kita dari sekarang:

1. Guns N Roses – Sweet Child O Mine


Axl Rose, sang frontman penderita manic depressive, pernah menuliskan sebuah puisi manis untuk sang kekasih, Erin Everly. Suatu hari ketika Axl sedang tiduran di kamar, ia mendengarkan Slash memainkan sebuah intro gitar yang rumit, namun begitu indah. Suara gitar itu ditandem dengan kocokan gitar rhytim Izzy yang sederhana namun tebal. Tanpa dinyana, Axl keluar dari kamar dan menyuruh mereka untuk terus memainkan musik itu.

“I was fucking around with this stupid little riff” kata Slash. Tapi Axl terus memaksanya sembari berkata “That’s amazing!”.

Akhirnya setelah beberapa menit, terwujudlah intro dari lagu paling terkenal di era 80-an itu.Pada awalnya, Slash sangat membenci intro lagu ini yang ia anggap hanya senam jari sebelum manggung. Tapi lama kelamaan, pria keriting ini menyukai dan bangga pernah menciptakan intro sedahsyat ini.

“Intro ini adalah kombinasi dari beberapa band yang aku suka. Ada unsur Jeff Beck, Cream, dan sedikit unsur Led Zeppelin. Juga ada unsur solo Blinded By The Light dan Baker Street” kata Slash pada Rolling Stone ketika ditanya dari mana ia mendapat ilham untuk intro paling memorable dari scene hair metal itu.

Setelah intro dan lagu yang dianggap cheesy, Slash “meledak” pada bagian solo gitarnya. Dia marah dan meraungkan gitarnya, tanpa kendali. Berkat intro yang unik itu, lagu Sweet Child O Mine berhasil melejitkan Appetite for Destruction sebagai album debut yang paling banyak terjual dalam sejarah.

2. The Doors – Light My Fire


Suatu hari, 4 orang sedang jamming dan menyanyikan lagu yang dianggap aneh berjudul Break on Through. Mereka kesal karena lagu yang diciptakan oleh sang vokalis membentur jalan buntu, inspirasi mereka macet. Sampai sang gitaris mengeluarkan secarik kertas lusuh bertuliskan lirik dan chord.

“Judulnya Light My Fire” ujar Robbie sang gitaris.

Reff-nya sungguh sangat enak didengar. Perpindahan chord pun sungguh aduhai mulus. Tapi sang mastermind band ini, Ray Manzarek sang keyboardist, merasa lagu ini perlu diberi intro yang mengigit.

“Keluarlah sebentar, aku harus mencari intronya” kata sang keyboardist berkacamata ini sembari mengusir tiga orang temannya.

Tiga orang temannya bingung. Kenapa hanya untuk mencari intro harus berkonsentrasi seperti itu? Mereka sepertinya kurang paham jalan pikiran sang keyboardist. Ray memang benar. Intro-lah bagian terpenting dari sebuah lagu, tak lain tak bukan.

Setelah beberapa menit mengasingkan diri, akhirnya Ray berhasil menemukan intro yang genit, terdengar begitu merayu dan menggoda. Intro ini seperti memamerkan kelincahan 10 jari Ray dalam menari diatas tuts synth-nya. Ray yang menggemari jazz, mengambil elemen dari My Favourite Things-nya John Coltrane. Jadilah perkawinan rock dan jazz yang melahirkan Light My Fire. Saking susahnya menggambarkan intro ini, banyak orang memadankan kata “fuckable” untuk menjelaskan intro lagu ini.

Bunyinya memang tulat-tulit ala video game. Tapi tulat-tulit ini sungguh sangat jauh kelasnya dibandingkan tulat-tulitnya Pee Wee Gaskins, misalnya.

3. Deep Purple – Smoke on the Water


Ritchie Blackmore mungkin adalah gitaris paling kurang ajar sedunia. Betapa tidak, dia menciptakan intro Smoke on the Water yang begitu monumental itu. Tapi dia begitu “pelit” memainkan solo gitar di lagu itu. Sampai-sampai banyak pihak yang mencibir solo gitar di lagu berdurasi 5.42 (album version) itu sebagai solo gitar paling sederhana dalam musik rock.

Tapi saya sedang membicarakan intro yang paling monumental dan kicking ass, bukan solo gitar yang cepat dan panjang.

Intro lagu yang terdapat di album Machine Head ini sebenarnya juga sangat sederhana. Mencampurkan sedikit blues scale dan distorsi. Tapi entah kenapa, dengan kesederhanaannya, intro ini sungguh sangat menggetarkan. Semacam bisa menaikkan semangat bagi para PNS yang sudah ngantuk dan ingin segera pulang. Ada anekdot yang bilang: kalau anda menyukai musik rock dan tak tahu intro lagu ini, maka lebih baik anda mencukur rambut gondrong anda, pergi minum susu, dan jangan lupa tidur siang.

4. Nirvana – Smells Like Teen Spirit


Saya punya pengakuan: saya tak pernah begitu suka dengan Nirvana. Tapi bukan tak ada alasannya. Alasan utama adalah tentu saja bahwa dia adalah aktor dibalik pembumi-hangusan hair metal. Alasan lain mungkin karena musiknya yang berisik dan seringkali tak enak didengar itu. Tapi alasan itu adalah alasan sekunder yang mengikuti alasan primer.

Tapi saya juga punya pengakuan lain: saya tak pernah bisa benci dengan Nirvana. Alasan utamanya adalah tentu saja ada lagu sekeren Smells Like Teen Spirit. Bahkan dulu saya sempat lama duduk diam didepan tv sembari terus memandang video Smells yang sepertinya terlalu sering diputar. Juga melongo karena melihat betapa kerennya Cobain yang bermain solo gitar sembari memutar stem gitarnya dengan rambut pirang yang menutupi wajahnya.

Tapi sekeren apapun lagunya, yang paling memorable tentu saja adalah intronya. Intro yang bertenaga sekaligus membakar. Kalau tak percaya silahkan dengar saja lagunya dan anda akan pastikan kalau saya bukanlah seorang pembual.

5. Led Zeppelin – Stairway to Heaven


Suatu hari, adik sepupu saya yang masih duduk di kelas 1 SMA datang tergopoh kepada saya. Dia begitu bersemangat menjelaskan mengenai Stairway, seakan saya belum tahu lagu rock yang begitu legendaris ini.

“Kak, lagu ini lagunya setan. Kalau diputar kebalik, kedengeran suara untuk memuja setan” kata adik saya berapi-api.

Adik saya memang tak salah. Kalau dicerna secara logika, akan muncul sebuah pertanyaan: bagaimana mungkin seorang manusia bisa menciptakan musik indah yang hanya bisa diciptakan oleh malaikat atau tuhan?

Tapi itulah. Bagi para penggemar musik rock, Jimmy Page adalah wujud tuhan dalam bentuk manusia. Semua yang ada dalam lagu ini adalah keindahan yang sepertinya tak pernah berakhir. Tentu saja bagian terpenting adalah intronya yang klasik itu.

Page dengan gagah memanggul gitar Gibson Double Neck berwarna merah kesayangannya, lantas dengan syahdu mendentingkan 12 senarnya, membawa kita ke dalam gita mengenai perempuan yang menyangka semua yang berkilau itu emas, tangga menuju surga, kata-kata yang memiliki banyak makna, hingga “bustle in your hedgerow”.

Sekali lagi adik saya tak salah. Lagu ini memang bukan ciptaan manusia.

Honorable Mention:

* Chuck Berry – Jhonny B. Goode
Sebuah lagu yang mendefinisikan bagaimana rock n roll seharusnya dimainkan. Intronya menegaskan itu: bersemangat, riuh rendah, dan penuh keringat.

* Jimi Hendrix – Voodo Child
He can play the guitar just like he ringing the bell. Hendrix memainkan gitarnya seperti sedang mencumbunya. Dengan efek pedal wah, dia juga seakan menyuruh sang gitar untuk jadi juru bicaranya. Dan juru bicaranya itu sungguh sangat trengginas pula besar mulut.

* Black Sabbath – Iron Man
Lagu yang mengejawantahkan heavy metal. Meski lambat, namun ia sungguh bertenaga. Iommi memang raja. Sembah sujud sahaya untuknya.

* The Who – Baba O’ Riley
Oh punggawa The Who, kalian sungguh sangat keparat.

* AC/ DC – Highway to Hell
Kalau Led Zeppelin membicarakan tentang tangga menuju surga, pasukan Young Brother.co ini jumawa membual mengenai jalan raya menuju neraka. Mereka mengebut seakan tak tahan untuk mencebur ke kuali berisi magma panas. Oh ya, Angus Young masihlah gitaris terbaik dalam hal menciptakan intro yang sungguh menggugah selera.

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

3 KOMENTAR

  1. masnya ini bener-bener yaaa.. gak ada yang aku kenal itu lagunya 😀

    mas nuran.. temen2 di blognya jago nulis semua. aku paling seneng sama mas dhani kribo. hihiw… lucu. salamin dari aku kalo ketemu yaaaa..

TINGGALKAN KOMENTAR