Welkom bij Nederland

104

Penyakit saya yang susah sembuh adalah suka melakukan sesuatu secara mendadak. Termasuk dalam hal traveling. Saya tak pernah memesan tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, selalu beli H-1 atau malah pas hari H.

Hal itu masih saja saya lakukan di Eropa. Beberapa hari lalu saya dan Mas Taufiq sudah janjian bahwa saya akan ke Belanda pada akhir pekan. Mas Taufiq ini adalah seorang “penguasa” Solo yang sekarang sedang menempuh program master di Universitas Utrecht. Tapi hingga H-1 saya belum kasih kepastian kapan dan jam berapa saya berangkat/ sampai di Utrecht.

Akhirnya saya baru beli tiket Eurail hari Sabtu pagi dan berangkat siang itu juga. Sangat mendadak. Jadi saya baru kirim email beberapa menit sebelum saya packing. Mengabarkan kalau saya jadi berangkat dan menanyakan alamat serta nomer telepon yang bisa dihubungi. Hingga saya berangkat, mas Taufiq belum membalas email itu. Saya sih santai-santai saja, karena saya pikir begitu sampai di Belanda, saya akan kontak mas Taufiq via internet.

Senjata andalan saya cuma dua: asumsi bahwa Tuhan akan selalu melindungi hambanya yang mengembara, dan, orang baik ada di mana-mana.

Tentu saja semua itu tak akan semulus seperti yang saya bayangkan.

Kisah lengkapnya besok saja ya. Saya capek sekali hari ini. Sekarang sudah jam 3 pagi, dan saya baru saja makan nasi pecel+opor ayam. Aih, sedap sekali.

Jadi, sampai jumpa besok.

Utrecht, 12 Juni 2011

Sembari diiringi Gugun And Blues Shelter

via streaming TV One.

TINGGALKAN KOMENTAR