Dengung Manusia dan Seine

115

Malam gelap, tapi cahaya berpendar. Kuat.
Manusia mendengung.
Tepat diatas Seine. Paris.
Oh, aku rindu sungai belakang rumah.

Kotor, keruh, bau, tapi hulu bagi semua rindu.
Aku dan mereka telanjang. Berenang sekenanya.
Di sungai belakang rumah.
Diantara ilalang yang berdansa. Gemulai dan seadanya.

Tak kulihat sapi buang hajat disana.
Di Seine. Paris.
Malam gelap, tapi manusia masih saja centang perenang.
Menantang angin, menantang dingin.

Tak kujumpai hawa rumah disana.
Tapi aku mencintai Seine dengan apa adanya.
Cahaya membelah dari kejauhan. Menyibak air perlahan.
Sedang manusia sengau tak ada yang berenang telanjang.

Ah, aku rindu rumah!

Paris, 25 Juni 2011

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR