I Saw Red

135
Di masa tuanya, Jani mengalami kebotakan. Ia sempat aktif di musik lagi selama beberapa saat, tapi kemudian ia ditemukan tewas di sebuah kamar hotel pada bulan Agustus 2011. Rest in peace Jani.

Para hair rocker adalah apa yang pepatah bilang sebagai “strong outside, fragile inside”. Mereka memang sengak, suka ribut, besar mulut, dan seabrek kebrengsekannya lainnya. Tapi ketika ditilik lebih dalam, maka tampaklah sosok mereka yang rapuh dan seringkali terabaikan. Atau kalau mau listilah yang lebih sadis, mereka adalah orang-orang yang terbuang.

Salah satu contohnya adalah Jani Lane, frontmant Warrant. Ia tampan, bandnya cukup terkenal, punya banyak fans, lagunya pun laris di pasaran. Tapi siapa sangka, ia adalah tipikal pria yang setia. Ia hanya punya satu pacar (terlepas apakah ia tidur dengan perempuan lain, saya tidak tahu, dan itu bukan urusan saya) yang bertahan selama tiga tahun. Hubungan itu berakhir karena sang wanita mencampakkannya untuk pria lain yang sepertinya lebih kaya.

Jani Lane patah hati. Ia lantas menciptakan lagu “I Saw Red” untuk kisah cintanya yang sepahit topi miring itu. Lengkap dengan bait pengiris hati “I’ve been hurt and I’ve been blind. I’m not sure that I’ll be fine. I never thought it would end this way”. Jleeebbb.

Tapi Jani toh kembali pulih. Dengan cara ala hair metal tentunya.

“I just broke up with my girlfriend of three years. So now I can finally write songs about some sexual things that have gone on in my life. I couldn’t do that before”.

Alamak…

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

2 KOMENTAR

  1. Hai Eno 🙂

    Wah, kakakmu pasti besar di era 80-an ya? Hehehe 😀

    Iya, kisahnya Jani ini tragis. Sebenernya gak cuma Jani sih. Banyak para rocker itu yang sebenernya kisah hidupnya tragis.

    Makasih udah mampir ya 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR