Balada Sarah dan Zaenab

2041
“Aku terima lamaranmu dengan syarat… gak usah banyak tamu yang diundang, termasuk Zaenab!”
(Sarah, dalam salah satu adegan di sinetron Si Doel Anak Sekolahan)
***

Salah satu kisah cinta segitiga terdahsyat di dunia ada pada kisah Doel, Sarah, dan Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Dua perempuan dengan dua karakter yang berbeda, dunia yang berbeda pula, saling bersaing merebutkan cinta sang anak Betawi.

Menariknya, Sarah dan Zaenab, dua perempuan yang sama-sama mencintai Doel, tak bermusuhan layaknya rival. Mereka malah saling perhatian. Seringkali jadi kawan curhat. Walau sesekali mereka saling merasa kesal atau cemburu.

Sarah adalah anak orang kaya. Pintar. Baik hati. Namun kadang keras kepala. Dulu waktu Hans, sepupu Sarah yang juga sahabat Doel, melarang Sarah melanjutkan penelitian tentang keluarga Doel, dia tetap teguh. Jalan terus. Sarah juga bisa menjelma serupa api. Apalagi kalau cemburu. Buktinya, waktu akan menikah dengan Doel, dia memberi satu ultimatum: jangan undang Zaenab!

Sedangkan Zaenab nyaris berada di kutub yang berbeda. Kalau soal fisik, Zaenab juga cantik. Namun dia tipikal anak perempuan Betawi yang penurut pada orang tua. Waktu mau dijodohkan dengan Jaja atau Ahong, dia sebenarnya enggan. Namun karena terikat bakti pada orang tua, Zaenan enggan melawan dengan terang-terangan. Namun di bagian-bagian akhir, Zaenab berani memberontak. Dia menolak dijodohkan.

Wajar kalau Doel bingung memilih satu diantara mereka. Sarah dan Zaenab punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan harus menanti 7 musim untuk tahu kisah akhir (((jalinan cinta))) mereka.

Tadi malam saya tak sengaja melihat foto yang diunggah oleh Maudy Koesnaedy di twitter. Itu foto selepas Maudy menonton Cornelia Agatha tampil bersama teater Koma. Melihat foto Maudy (pemeran Zaenab) dan Cornelia (pemeran Sarah) di atas, saya jadi bisa mengerti kebingungan Doel dalam memilih satu diantara mereka. Sama-sama pulen!

Ya walaupun seharusnya Doel nurutin saran Mandra: sikat aje dua-duanye![]

post-scriptum: saya sendiri dengan tegas menjadi #TeamSarah

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR