Jadi ceritanya mas Puthut punya ide: gimana kalau situs minumkopi.com melebarkan usaha dengan membuka kedai kopi. Kami semua setuju. Apalagi mas Puthut yang akan membiayai semua di awal. Tempat sudah ada, yakni jadi satu bareng Angkringan Mojok di Jalan Damai. Maka sejak sebulan lalu mas Puthut dan teman-teman minumkopi mulai sibuk membuat konsep. Beruntung, Mbak Diajeng, istri mas Puthut, adalah desainer interior. Dia yang merancang semua interior dan furnitur kedai ini.

Tempatnya ada di pojokan Angkringan Mojok. Dulu tempat ini dikenal sebagai Sudut Pram, karena ada lukisan Pramoedya Ananta Toer besar di dindingnya. Karena letaknya di pojokan dan berukuran luas, titik itu sering dipakai kalau ada rapat. Tapi akhirnya lukisan Pram terpaksa ditutup dengan bilah bambu untuk kemudian dijadikan kedai kopi. Nama yang dipilih simpel: Kedai Miko. Miko adalah singkatan dari Minum Kopi.

14045672_10206458733460152_7678909069375357742_n

Untuk menu, kami bekerja sama dengan Dongeng Kopi yang sudah lebih dulu dikenal. Mereka yang akan memasok biji kopi dan juga barista. Pasukan pimpinan Renggo Darsono ini juga yang merancang menu. Tak hanya 18 biji kopi Arabika premium yang bisa diolah jadi latte hingga cappuccino, ada berbagai pilihan minuman lain. Mulai aneka teh, jus, cokelat, sampai moktail. Harganya tentu saja khas Yogyakarta: seduluran.

Malam ini adalah pembukaan perdana. Semua kopi gratis bagi para pengunjung. Jadi silakan mampir.

Salam sruput!

TINGGALKAN KOMENTAR