Seminggu Satu Buku

258

Sudah pasti akan gagal, batin saya. Bahkan sebelum memulai dan baru sebatas ide, saya sudah yakin ide di judul itu amat buruk. Saat jadi mahasiswa dan pengangguran pun saya amat jarang merampungkan satu buku dalam seminggu. Pekerjaan itu makin berat karena saya bukan orang yang rajin amat membaca. Ditambah lagi sekarang saya sudah jadi buruh. Jangankan membaca, bercinta yang enak itu saja rasanya melelahkan.

Tapi kemarin setelah merampungkan satu buku dalam waktu kurang dari empat jam, rasanya kok optimis. Piala Dunia 2002 saya optimis Inggris bakal jadi juara Piala Dunia. Begitu pula tahun 2006, 2010, juga 2014. Optimisme itu berakhir remuk. Jadi tak usah terlalu banyak berharap sih.

Tapi ya tak ada salahnya mencoba.

Sekarang saya sedang dalam tahap membaca Heat yang ditulis oleh Bill Buford. Pria botak depan ini seorang jurnalis dan penulis dahsyat. Pernah jadi editor di The New Yorker dan ikut membidani lahirnya Granta. Kemudian Buford yang pernah menulis buku tentang hooligan, meninggalkan The New Yorker untuk… jadi pesuruh di restoran terkenal.

Kisah menakjubkan dan langsung bersumber dari pengalaman sang penulis ini kemudian lahir menjadi Heat. Buku ini saya dapatkan dari Gde Dwitya, kawan baik sesama penulis di Jakartabeat. Sekira dua bulan lalu ia pulang ke Indonesia. Dari Chicago, ia menanyakan saya mau oleh-oleh apa. Saya minta Heat. Ia membawakannya dengan senang hati.

Setelah buku di tangan, saya sempat membaca sekira 15 halaman. Sebelum akhirnya mata dan pikiran saya ditelan kesibukan yang sebenarnya mengada-ada. Malam ini, selagi mendengarkan “Genjer-Genjer” entah yang ke berapa ribu kali, mata saya menumbuk kover buku berwarna kuning cerah ini. Saya buka lagi. Keterusan hingga halaman 18. Rasanya asyik. Demam yang saya derita sejak hari Sabtu pekan lalu seperti menguap perlahan.

Semoga seminggu ke depan buku ini bisa rampung dibaca dan bisa saya celotehkan ulang di blog ini. Pelan saja, seperti petuah Buford di gambar postingan ini.

Selain bekerja sebagai jurnalis, saya menghabiskan waktu dengan menyedot film-film dari Kickass Torrent, lalu menontonnya dengan istri, berburu buku bekas di Blok M, mendengar musik hair metal, jalan-jalan dengan istri, mencari tempat makan enak, bantu-bantu di situs minumkopi.com, sesekali mengirim tulisan ke mojok.co, dan terus merisak beberapa orang kawan baik.

TINGGALKAN KOMENTAR