Baru beberapa menit lalu, seorang kawan mengabari podcast-nya sudah jadi. Oh ya, kawan ini sering saya goda dengan panggilan Om. Itu benar sih, usianya jauh di atas saya. Namanya Philips Vermonte. Jabatan formalnya sih Direktur Center for Strategic and International Studies. Tapi jabatan non formalnya: pendiri Jakartabeat dan pemburu piringan hitam.

Apa yang bikin saya salut dengan Om Philips ini, dia suka sekali belajar baru. Tak segan ngoprek hingga menghabiskan banyak waktu. Dia sering cerita bagaimana membangun Jakartabeat waktu kuliah doktoral di Chicago sana. Dia beli buku cara bikin website, membaca hingga tandas, mencoba membikin tulang punggung situs dari awal, hingga menelpon sendiri penyedia jasa web hosting dan memberi namanya.

Kali ini, hal yang sama dia lakukan. Dia belajar cara merekam, beli alat sendiri ke Glodok, hingga belajar cara mengedit rekaman untuk jadi podcast. Om Philips juga tak segan bertanya ke mahasiswa-mahasiswa yang lebih akrab dengan teknologi ini.

Hasilnya: jadilah podcast bernama Graying Hipsters.

Di Instagram, dia bercerita soal keberhasilannya mengunggah podcast pertamanya. Saya bilang: boleh nih semangatnya, gak kalah sama yang muda.

Saya tidak sedang menggodanya. Itu benar ungkapan salut.

Sering kita mendengar cerita orang usia 30 ke atas malas belajar hal baru. Entah kenapa. Bisa karena zona nyaman yang membuat orang malas menjelajah wilayah baru. Bisa juga karena ketiadaan waktu senggang. Atau apapun lah.

Tapi Om Philips tidak begitu. Di usianya yang jelang 50, dia masih punya semangat ala anak muda. Dia tak mau ketinggalan dan menolak jadi fosil dari era 80. Dia mau belajar hal baru, mengasah skill baru.

Saya, nyaris kebalikannya.

Hidup rasanya begini-begini saja. Tidak jelek, memang. Saya amat senang dan mensyukuri apa yang saya punya. Tapi saya seperti malas belajar hal baru. Sempat punya keinginan untuk belajar bikin video pendek, namun belum kesampaian hingga sekarang. Begitu pula keinginan untuk belajar olahraga bela diri campuran, berhenti di tengah jalan.

Soal kemampuan baru, saya juga inget omongan kawan yang lain, Fahri Salam. Dengan berkelakar, dia pernah bilang bahwa kami, orang-orang yang hanya bisa menulis, suatu saat akan kalah oleh robot. Era wartawan atau penulis digeser oleh robot mungkin tidak akan terjadi dalam dua atau tiga tahun, tapi bisa jadi satu dekade dari sekarang hal itu benar-benar terjadi. Sekarang saja ada Beritagar, situs berita keren yang punya robot untuk menulis berita olahraga pendek.

Tapi semangat Om Philips rasanya bikin saya terbakar. Mendadak muncul perasaan bersemangat yang tidak biasa. Saya gak mau kalah, lah.

Di akhir tahun ini, saya iseng bikin resolusi 2019. Ini sesuatu yang nyaris tidak pernah saya lakukan, dan setelah diingat-ingat lagi: memang tak pernah saya lakukan. Saya ingin bisa punya skill baru: bikin video pendek dan main piano.

Itu saja dulu. Gak muluk-muluk, tapi kayaknya bakal menuntut komitmen tinggi.

Doakan saja berhasil. Hup!

Lahir di Lumajang, besar di Jember, pernah tinggal di Yogyakarta yang menyenangkan, dan sekarang memburuh di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR