<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Dunia Dari Mata Seorang Asing	</title>
	<atom:link href="https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/</link>
	<description>Segala Tentang Cara Bersenang-senang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2015 06:12:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>
	<item>
		<title>
		By: Nuran Wibisono		</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3517</link>

		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2015 06:12:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=2847#comment-3517</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3463&quot;&gt;putra&lt;/a&gt;.

Kebanyakan pejalan mungkin menyandingkan nasionalisme dengan plesir (atau naik gunung) karena pengaruh buku Gie. Ia yang mengajarkan kalau nasionalisme tidak bisa dipelajari dengan slogan belaka. Mungkin kalimat itu membakar para anak-anak muda agar mengenali negeri sendiri. Kalau aku sih, ke sini-sini, semakin menyadari kalau jalan-jalan atau traveling tidak melulu harus diberi beban berat, seperti mengenalkan negeri sendiri. Atau punya visi misi muluk seperti mengentaskan kemiskinan. Ya gimana, panutanku itu Jack Kerouac sama Balada Si Roy. Si Jack kerjanya malah hedon, mabuk, ngewe, nonton musik jazz, nulis puisi. Roy juga avonturir karena ingin memuaskan hasrat jalan-jalan anak muda.

Masalah kerusakan alam, menurut saya, itu bukan monopoli orang yang suka jalan-jalan. Membuang sampah sembarangan, mencorat coret tempat wisata, itu udah jadi kebiasaan buruk banyak orang Indonesia. Itu sih masalah lingkar otak saja, huehehehe.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3463">putra</a>.</p>
<p>Kebanyakan pejalan mungkin menyandingkan nasionalisme dengan plesir (atau naik gunung) karena pengaruh buku Gie. Ia yang mengajarkan kalau nasionalisme tidak bisa dipelajari dengan slogan belaka. Mungkin kalimat itu membakar para anak-anak muda agar mengenali negeri sendiri. Kalau aku sih, ke sini-sini, semakin menyadari kalau jalan-jalan atau traveling tidak melulu harus diberi beban berat, seperti mengenalkan negeri sendiri. Atau punya visi misi muluk seperti mengentaskan kemiskinan. Ya gimana, panutanku itu Jack Kerouac sama Balada Si Roy. Si Jack kerjanya malah hedon, mabuk, ngewe, nonton musik jazz, nulis puisi. Roy juga avonturir karena ingin memuaskan hasrat jalan-jalan anak muda.</p>
<p>Masalah kerusakan alam, menurut saya, itu bukan monopoli orang yang suka jalan-jalan. Membuang sampah sembarangan, mencorat coret tempat wisata, itu udah jadi kebiasaan buruk banyak orang Indonesia. Itu sih masalah lingkar otak saja, huehehehe.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: putra		</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3463</link>

		<dc:creator><![CDATA[putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2015 16:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=2847#comment-3463</guid>

					<description><![CDATA[Akhirnya tulisan ini menjawab apa yang dipikiran saya ketika kang Zen memposting tulisan ini di twitternya dan ketika mas Dhani banyak nulis tentang hal yg sama beberapa tahun yang lalu. Saya juga merasa ada kenaifan, semacam kontestasi yang tidak seimbang.  Tapi waktu itu saya ga terlalu berani langsung membantah atau mungkin terlalu sibuk untuk menata pikiran lebih lanjut.
Dengan melihat sekilas memang ada semacam ketidak beresan dari cara generasi online kita berpelisir. Siapa yang tidak merasa aneh atau mungkin jengkel ketika kegiatan besenang senang dan pamer di medsos bisa mudah bersanding dengan slogan nasionalisme. Terlebih kegiatan tersebut tanpa mereka sadari bisa merusak alam,mengksploitasi atau yang lainnya. Mungkin poin ini yang sebenarnya jadi kritik utama kang Zen. 

Setelah saya pikir-pikir lagi, soal perbandingan perjalanan ala Agustinus Wibowo (yg sekali waktu dipuji mas Dhani) dengan liburan instagram bagi saya seperti membandingkan mana yang lebih buah durian atau pisang. Keduanya sama buah. Tapi kalau saya boleh menyarankan buah yang mesti anda makan, lebih baik anda beli pisang. Selain lebih murah,kandungan vitaminnya lebih banyak dan ia bagus untuk sirkulasi darah dan pencernaan. Sedangkan durian selain mahal, juga rentan mengganggu kesehatan, terlebih anda punya kolesterol tinggi atau mulai sering minum wine dari Praha. hehehe

Mudah-mudahan analogi saya ga terlalu ngawur..
Atau mungkin kita bisa cari analogi yang lain yang lebih pas ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya tulisan ini menjawab apa yang dipikiran saya ketika kang Zen memposting tulisan ini di twitternya dan ketika mas Dhani banyak nulis tentang hal yg sama beberapa tahun yang lalu. Saya juga merasa ada kenaifan, semacam kontestasi yang tidak seimbang.  Tapi waktu itu saya ga terlalu berani langsung membantah atau mungkin terlalu sibuk untuk menata pikiran lebih lanjut.<br />
Dengan melihat sekilas memang ada semacam ketidak beresan dari cara generasi online kita berpelisir. Siapa yang tidak merasa aneh atau mungkin jengkel ketika kegiatan besenang senang dan pamer di medsos bisa mudah bersanding dengan slogan nasionalisme. Terlebih kegiatan tersebut tanpa mereka sadari bisa merusak alam,mengksploitasi atau yang lainnya. Mungkin poin ini yang sebenarnya jadi kritik utama kang Zen. </p>
<p>Setelah saya pikir-pikir lagi, soal perbandingan perjalanan ala Agustinus Wibowo (yg sekali waktu dipuji mas Dhani) dengan liburan instagram bagi saya seperti membandingkan mana yang lebih buah durian atau pisang. Keduanya sama buah. Tapi kalau saya boleh menyarankan buah yang mesti anda makan, lebih baik anda beli pisang. Selain lebih murah,kandungan vitaminnya lebih banyak dan ia bagus untuk sirkulasi darah dan pencernaan. Sedangkan durian selain mahal, juga rentan mengganggu kesehatan, terlebih anda punya kolesterol tinggi atau mulai sering minum wine dari Praha. hehehe</p>
<p>Mudah-mudahan analogi saya ga terlalu ngawur..<br />
Atau mungkin kita bisa cari analogi yang lain yang lebih pas ?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Nuran Wibisono		</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3337</link>

		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 09:26:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=2847#comment-3337</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3075&quot;&gt;warm&lt;/a&gt;.

Hahahaha, ampun massss :)))]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3075">warm</a>.</p>
<p>Hahahaha, ampun massss :)))</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: warm		</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/dunia-dari-mata-seorang-asing/#comment-3075</link>

		<dc:creator><![CDATA[warm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2015 02:55:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=2847#comment-3075</guid>

					<description><![CDATA[istilah traveling sekarang kebanyakan cuma memanfaatkan waktu libur-ngabisin duit-seneng-seneng-lalu-pamer-di-sosmed &lt;i&gt;*sarkas*&lt;/i&gt;

jarang yang bener2 jalan2 macam hakikat petualang muda naik motor ke Lombok entah kapan itu hehehe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>istilah traveling sekarang kebanyakan cuma memanfaatkan waktu libur-ngabisin duit-seneng-seneng-lalu-pamer-di-sosmed <i>*sarkas*</i></p>
<p>jarang yang bener2 jalan2 macam hakikat petualang muda naik motor ke Lombok entah kapan itu hehehe</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
