<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Masdar Damang Archives - Foi Fun!</title>
	<atom:link href="https://nuranwibisono.net/tag/masdar-damang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuranwibisono.net/tag/masdar-damang/</link>
	<description>Segala Tentang Cara Bersenang-senang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Feb 2016 06:16:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91952844</site>	<item>
		<title>Salvador Dali dari Banjar</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/salvador-dali-dari-banjar/</link>
					<comments>https://nuranwibisono.net/salvador-dali-dari-banjar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2016 06:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Masdar Damang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=3419</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu pulang ke rumah beberapa waktu silam, saya menemukan foto almarhum Masdar Damang, kakek dari pihak ibu. Saya tak pernah benar-benar akrab dengan beliau. Maklum, dia meninggal sewaktu saya masih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/salvador-dali-dari-banjar/">Salvador Dali dari Banjar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu pulang ke rumah beberapa waktu silam, saya menemukan foto almarhum Masdar Damang, kakek dari pihak ibu. Saya tak pernah benar-benar akrab dengan beliau. Maklum, dia meninggal sewaktu saya masih terlalu kecil untuk mengingat banyak hal. Saya hanya ingat beberapa remah kenangan, seperti cokelat yang dikasih ke saya jika bisa baca sepatah dua patah kalimat ayat suci.</p>
<p>Dari kisah yang dituturkan Mamak, Kaik &#8211;bahasa Banjar (bukan Banjarnegara, tapi Banjar Kalimantan)&#8211; orangnya tegas. Maklum, pensiunan angkatan laut. Setelah pensiun dan pindah ke Lumajang, kakek membuka usaha pabrik limun dan jualan kudapan. Mamak bercerita dia dan adik-adiknya yang bertugas membungkus kacang dan menutup kemasan itu dengan sedikit dibakar dengan api lilin.</p>
<p>Ada banyak kisah lain tentang Kaik yang diceritakan Mamak. Mulai ketegasannya, galaknya, agamisnya, dan banyak hal lain. Saya memang tak pernah benar-benar kenal dengan beliau. Tapi semua cerita tentangnya, membuat beliau selalu hidup di hati saya. Juga anak-anak dan cucu-cucunya.</p>
<p>Satu hal yang bikin saya senyum-senyum karena foto ini adalah&#8230;kumis Kaik! Bisa ramping dan melintang. Dengan bentuk kumis yang seperti itu, ditambah dengan tatapan mata yang tajam, Kaik mengingatkan saya akan Salvador Dali. []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/salvador-dali-dari-banjar/">Salvador Dali dari Banjar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuranwibisono.net/salvador-dali-dari-banjar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3419</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
