<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Motley Crue Archives - Foi Fun!</title>
	<atom:link href="https://nuranwibisono.net/tag/motley-crue/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuranwibisono.net/tag/motley-crue/</link>
	<description>Segala Tentang Cara Bersenang-senang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Mar 2016 06:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0.11</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91952844</site>	<item>
		<title>Berpisah dengan Motley Crue Setelah 34 Tahun yang Menyenangkan</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/berpisah-dengan-motley-crue-setelah-34-tahun-yang-menyenangkan/</link>
					<comments>https://nuranwibisono.net/berpisah-dengan-motley-crue-setelah-34-tahun-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Feb 2016 11:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Motley Crue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=3426</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Jill Robbin Aku sedang duduk di depan komputer saat melihat delapan kata menyeruak di layar. Iklan memang ada di mana-mana, dan para pemasar cum penguntit itu selalu tahu apa-apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/berpisah-dengan-motley-crue-setelah-34-tahun-yang-menyenangkan/">Berpisah dengan Motley Crue Setelah 34 Tahun yang Menyenangkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Jill Robbin</strong></p>
<p>Aku sedang duduk di depan komputer saat melihat delapan kata menyeruak di layar. Iklan memang ada di mana-mana, dan para pemasar <em>cum</em> penguntit itu selalu tahu apa-apa yang kita ingin beli kan?</p>
<p><em>All bad things must come to an end</em>. Semua hal buruk harus berakhir.</p>
<p>Itu adalah iklan tur perpisahan Motley Crue yang akan mampir di kotaku pekan ini. Jujur saja, aku sudah tak begitu mengikuti kabar terbaru band-band metal favoritku. Aku bisa menyalahkan pola pikir ibu-ibu, latihan sepak bola, Pinterest, apalah apalah itu, tapi aku tidak tahu Motley Crue akan bubar. Aku malah tidak tahu apakah mereka masih membuat lagu atau tidak. Daftar putar laguku tetap sama sejak 2008.</p>
<p><em>All bad things must come to an end.</em></p>
<p>Band ini beneran bubar atau cuma taktik agar tiket terjual banyak? Aku sih melihat kalau tur perpisahan itu hanya awal dari tur reuni. Iya ndak? Band bubar itu bukan hal baru: bertengkar, ditahan polisi, masuk rehabilitasi, atau ego kala membuat lagu. Para personel biasanya pergi masing-masing, dan kemudian dor: tur reuni dan atau album baru yang ditunggu-tunggu.</p>
<p>Aku menyalahkan anakku karena tidak tahu perkembangan dunia musik. Aku tak tahu apa yang baru dan sedang dibicarakan, tapi aku tetap bisa menyanyikan lagu tema atau lagu yang sedang wara wiri di acara Nick Jr. Aku tak punya radio di mobil vanku karena aku toh tak pernah dengar radio. Penumpang mobilku &#8211;ya keluargaku&#8211; biasanya ribut ingin menyetel DVD atau apalah musik kesukaan mereka.</p>
<p>Jika aku harus memberikan senarai band <em>brandalan</em> favoritku dari era 80-an, Motley Crue akan jadi nomor satu. Aku menonton langsung mereka dua kali. Aduh, aku kangen sekali masa akhir 80-an dan awal 90-an ketika rocker dengan rambut panjang dan celana ketat bermotif macan tutul adalah definisi keren.</p>
<p><em>All bad things must come to an end</em>.</p>
<p>Ini adalah undangan penting dari Nikki Sixx yang menyaru sebagai iklan di Facebook. Aku bilang ke suamiku kalau kita butuh penjaga anak dan membeli tiket.</p>
<p>Pergi ke konser metal di umur 40-an itu sangat berbeda saat aku masih berumur 20-an. Aku tidak merencanakan kostum jauh-jauh hari. Aku hanya memakai baju yang bersih dan pantas, diputuskan setengah jam sebelum kami berangkat. Aku tak peduli seberapa dekat kursiku dengan panggung. Aku ingin menonton konser tanpa harus takut terinjak oleh gadis-gadis edan yang berusaha melempar kancut mereka ke vokalis band. Eh, kebiasaan itu masih ada gak sih?</p>
<p>Pergi ke sebuah konser di umur 40-an itu adalah tentang menyediakan dana bagi penjaga anak dan mencari restoran yang menawarkan diskon khusus, jadi kami bisa makan sebelum nonton konser, karena konser baru usai melewati jam tidur kami. Memang berbeda sih, tapi tak semuanya berbeda. Kegirangan yang aku rasakan berjam-jam sebelum konser mulai, masih saja sama seperti dulu. Aku mendengarkan musik metal 80-an favoritku, dan mengenang lagi dua konser Crue pertamaku, yang kalau jujur sebenarnya tak bisa aku ingat-ingat banget.</p>
<p>Di perjalanan menuju lokasi konser, aku dan suami berincang tentang anak-anak kami (ya iyalah), dan apakah kami harus mengganti pemanas air sekarang atau menunggu sampai tahun depan. Kalau cerita itu tidak mencirikan <em>Decade of Decadence</em>, maka aku tak tahu situasi apa lagi yang bisa dipakai untuk menggambarkan sebuah masa kemunduran.</p>
<p>Aku bersiap-siap menggila, terhibur, dan menonton pertunjukan keren. Aku tak kecewa, tapi akhirnya jadi paham, kalau tur ini bukan sekadar <em>gimmick</em>. Layar jumbotron menayangkan saran tagar untuk Twitter, dan hal itu menyadarkanku beberapa hal sudah berubah.</p>
<p>#RIPMOTLEYCRUE</p>
<p>Aku tak tahu lagi berapa kali kalimat &#8220;untuk terakhir kalinya&#8221; diucapkan selama dua jam pertunjukan. Vince, Tommy, dan Nikki selalu mengingatkan kami akan hal itu sepanjang pertunjukan. Mereka membuatnya jelas: ini adalah pertunjukan terakhir. RIP.</p>
<p>Saat aku bernyanyi dan memainkan <em>air guitar</em> di kursiku (yeah, tak perlu malu), mendadak melankolia menjalar. Motley Crue sudah bermain bersama selama 34 tahun. Nyaris selama itu pula aku telah mendengarkan mereka. Beberapa bagian dari dekade 80-an memang tak begitu melekat, tapi aku masih ingat satu hari pada 1983 saat aku membeli piringan hitam <em>Too Fast for Love</em>. Aku berjoget di kamarku, bernyanyi dengan menggunakan sisir sebagai tiruan mikrofon, berfantasi bagaimana Nikki Sixx dengan cara berandalannya membuatku jatuh cinta begitu cepat, dan aku akan menjalani kehidupan glam dan jet set, lengkap dengan rok mini dan stiletto.</p>
<p><em>All bad things come to an end</em>.</p>
<p>Pertunjukan terakhir mereka diadakan di malam tahun baru, aku merasa patah hati. Bukan karena aku akan merindukan musik mereka. Lagipula Motley Crue sudah lama sekali melewati masa kejayannya. Mereka sudah pernah membuat musik-musik terbaiknya. Dan aku bisa mendengarkan di daftar laguku yang tak pernah berubah sejak 2008.</p>
<p>Vince, Tommy, dan para personel lainnya semakin bertambah tua dan lebih kalem. Mereka punya keriput, sama dengan para fansnya, termasuk aku. Badan Vince Neil sudah tidak seseksi seperti pada 1988, tapi begitu juga aku. Tak perlu malu mengakui itu.</p>
<p>Jika Motley Crue terus memaksakan diri melakukan konser, maka akan tiba waktunya mereka tak bisa bermain di venue yang besar. Rasanya begitu depresif ketika melihat band pujaanmu ketika remaja bermain di pasar malam atau kasino. Percayalah, aku tahu rasanya: aku pernah melihat Bret Michaels bermain di Rib America, Missouri pada 2010.</p>
<p>Jadi, aku menaruh hormat pada Crue yang menghadapi masa senjakalanya dengan elegan. Namun mereka juga membuatku memikirkan masa tak mudaku sendiri dalam perjalanan pulang dari konser. Memang rasanya menyenangkan untuk berkisah dan mengenang masa muda, namun rasanya ada bagian masa muda itu yang ikut tersapu oleh angin bersamaan dengan nada terakhir &#8220;Home Sweet Home&#8221; yang dimainkan.</p>
<p>Musik dapat membawa nostalgia yang kuat dan semua jenis emosi: saat jaya, saat merasa lacur, dan waktu-waktu di antaranya. Aku bahagia delapan huruf itu menyeruak pada layar komputerku.</p>
<p><em>All bad things must come to an end</em>.</p>
<p>Itu benar. Motley Crue telah mengatakannya dengan teramat baik. <em>Seasons must change &#8211;separate paths, separate ways</em>. Musim harus berganti. Berpisah langkah, berpisah jalan.</p>
<p>Cheers, Motley Crue.<em> It doesn&#8217;t look like you&#8217;re going away mad, but you are going away</em>. Terima kasih untuk 34 tahun yang sangat menyenangkan. Aku jelas ingat sebagian besarnya. Dan aku yakin aku tak sendirian. []</p>
<p><em>Jill Robbins adalah penulis dan pengarang, pembicara di berbagai seminar, dan seorang wine snob. Tulisan ini pertama kali dimuat di <a href="http://www.huffingtonpost.com/jill-robbins/motley-crue_b_9272262.html">sini</a>. Beberapa kalimat di dua paragraf terakhir tidak saya terjemahkan, karena itu lirik lagu Motley Crue. Kalau diterjemahkan, akah menghilangkan esensi ceritanya.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/berpisah-dengan-motley-crue-setelah-34-tahun-yang-menyenangkan/">Berpisah dengan Motley Crue Setelah 34 Tahun yang Menyenangkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuranwibisono.net/berpisah-dengan-motley-crue-setelah-34-tahun-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3426</post-id>	</item>
		<item>
		<title>26 Tahun Dr. Feelgood</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/26-tahun-dr-feelgood/</link>
					<comments>https://nuranwibisono.net/26-tahun-dr-feelgood/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2015 11:33:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Feelgood]]></category>
		<category><![CDATA[Hair Metal]]></category>
		<category><![CDATA[Motley Crue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=2777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya tak pernah menyangka kalau les bahasa Inggris di Eddy&#8217;s pada tahun 2000-an, bisa mengubah sedikit banyak hidup saya. Setiap pulang les, selepas Maghrib, saya selalu jalan kaki. Dari Pertokoan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/26-tahun-dr-feelgood/">26 Tahun Dr. Feelgood</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tak pernah menyangka kalau les bahasa Inggris di Eddy&#8217;s pada tahun 2000-an, bisa mengubah sedikit banyak hidup saya.</p>
<p>Setiap pulang les, selepas Maghrib, saya selalu jalan kaki. Dari Pertokoan Mutiara &#8211;tempat les saya berada di ruko&#8211; menuju Sumber Mas, nama sebuah supermarket yang hangus terbakar pada 15 Januari 1998. Meski supermarket itu sudah lama tak ada, kawasan yang sebenarnya masuk dalam Jalan Sultan Agung itu masih dikenal sebagai Sumber Mas. Dulu di sana adalah tempat ngetem angkot menuju Arjasa, rumah saya.</p>
<p>Setiap pulang itu lah, saya selalu melewati seorang penjual kaset bekas. Namanya Erwin. Saya pernah <a href="http://nuranwibisono.net/2013/09/balada-kaset-di-ujung-zaman/">menulis tentangnya</a>. Sekitar tahun 2005, dia memindah lapaknya di daerah kampus Universitas Jember. Saya lantas berteman akrab dengannya.</p>
<p>Dari tumpukan kaset bekas yang ia jual itu, saya tahu Motley Crue<em>. </em>Kaset Greatest Hits Motley Crue yang bersampul gambar kartun empat personel itu saya beli di Erwin. Dari sana saya memulai penjelajahan terhadap musik hair metal.</p>
<p>Sebelumnya saya cuma tahu Guns N Roses. Juga White Lion dan Skid Row. Saat itu saya belum tahu kalau scene hair metal ternyata punya banyak sekali band.</p>
<p>Setelah saya dengar Motley Crue, saya jatuh cinta. Apa boleh buat. <em>Hook</em> gitar Mick Mars sangat menempel di ingatan. Suara Vince Neil yang sedikit sumbang dan sengau itu juga tak mau minggat dari pikiran.</p>
<p>Di warnet yang berada di seputaran kampus lantas saya mencari berbagai informasi tentang Motley Crue. Saya terngaga begitu membaca kisah-kisah &#8212; terdiri dari seperempat fakta, seperempat legenda, seperempat omong kosong, dan seperempatnya lagi kebohongan &#8212; tentang Motley Crue.</p>
<p>Kisah yang paling saya ingat adalah saat Vince Neil menghantam Izzy Stradlin karena menggoda istrinya. Lalu Axl Rose tak terima dan menantang Vince berkelahi. Ini adalah fakta.</p>
<p>Yang bohong adalah saat sebuah situs konspirasi tak jelas menulis kalau Vince sengaja membunuh Razzle, drummer Hanoi Rocks, karena takut kalah tenar. Penulisnya mungkin terlalu banyak menonton sinetron Indonesia.</p>
<p>Setelah beranjak dewasa, saya tahu kalau berita itu bohong dan sampah belaka. Vince sangat terpukul dengan kecelakaan yang menimpanya dan Razzle. Ia bahkan sempat depresi berat. Album ketiga Motley, <em>Theatre of Pain</em>, adalah bentuk persembahan pada Razzle.</p>
<p>Kisah lucu lainnya adalah para personel Motley Crue dikabarkan sebagai penyembah setan karena menampilkan gambar pentagram dalam album <em>Shout at the Devil</em>.</p>
<p>Yang legendaris? Tentu kisah Nikki Sixx bangkit dari kematian. Remaja mana yang tak merinding, takjub, dan setengah girang membaca Nikki sempat mati dan hidup lagi setelah jantungnya dihunjam dua ampul adrenaline. Setelah bangun, alih-alih minta dirawat, ia malah melepas alat bantu pernafasannya. Dengan setengah telanjang ia pergi ke parkiran dan bertemu dua orang fans perempuan yang sedang menangis. Mereka kaget Nikki masih hidup dan berjalan menghampiri. Ia lantas minta diantar ke rumah seorang kawan. Sampai di sana Nikki kembali mabuk.</p>
<p>Wahai junjunganku!</p>
<p>Kisah lain yang mewarnai hidup para remaja tanggung adalah bagaimana Tommy Lee meniduri Pamela Anderson: perempuan idaman para lelaki dewasa dan bocah penyuka Baywatch. Termasuk saya. Setelah beberapa hari kencan, mereka berdua memutuskan untuk menikah.</p>
<p>Saya paham alasannya setelah video seks mereka tersebar. Ukuran penis Tommy yang lebih mirip pentungan itu jelas membuat Pamela kesengsem dan keenakan. Sekaligus membuat saya heran, kenapa Tommy tak banting setir jadi bintang porno selepas Motley Crue? Duitnya jelas lebih besar ketimbang membuat musik jelek dan jadi DJ medioker.</p>
<p>Mick Mars juga meninggalkan bayangan yang sukar dienyahkan. Saat Motley Crue akan reuni, Mick adalah personel yang paling sukar dicari. Ketika ketemu, ia berada di kamar yang jorok, gelap, dengan keadaan yang nyaris mati karena tak terawat.</p>
<p>Karena lagu-lagunya yang enak, juga bersemangat karena didorong berbagai kisah ajaib nan legendaris, saya mulai memburu kaset Motley Crue. Tentu tak bisa dengan cepat. Uang jajan terbatas. Maklum, baru bocah berseragam putih biru.</p>
<p>Setelah uang terkumpul, album Motley Crue pertama yang saya beli jatuh pada <em>Dr. Feelgood</em>, karena <em>Greatest Hits</em> tak saya hitung sebagai album studio. Waktu itu saya berpikir pragmatis saja: banyak lagu hits dari album <em>Dr.Feelgood</em>. Belakangan saya tahu kalau pilihan saya tak salah. Itu album terbaik mereka. Ya walaupun penilaian ini sangat subyektif.</p>
<p>Beberapa orang lebih suka <em>Too Fast for Love</em> yang lebih mentah dan kasar. Ada pula yang lebih suka <em>Shout at the Devil</em> karena menunjukkan kematangan musikalitas Motley. Dan beberapa suka album <em>Motley Crue</em> karena ada John Corabi yang membawa warna lain bagi Motley Crue.</p>
<p>Tapi tetap, bagi saya,<em> Dr. Feelgood</em> adalah yang terbaik. Album ini perpaduan paripurna dari musikalitas afdal &#8211;hook gitar yang <em>memorable</em> sampai dengan unsur pop di antara sound hard rock dan heavy metal&#8211; keberhasilan memasukkan kisah hidup dalam lagu, energi baru setelah berhasil melewati berbagai drama hidup yang macam <em>roller coaster</em>, serta kombinasi komplit antara citra dan musik.</p>
<p>Tanggal 1 September silam album ini merayakan usia yang ke 26. Usia yang lumayan panjang. Apalagi untuk band yang hidup ugal-ugalan, para personelnya diprediksi bakal mati mengenaskan sebelum umur 40, dan dianggap band dari genre yang &#8220;&#8230;menarik musik metal ke derajat paling rendah&#8221;.</p>
<p>Sulit untuk menolak fakta bahwa album ini sangat solid. Bahkan lagu &#8220;Rattlesnake Shake&#8221; yang funky dan memiliki semua potensi untuk jadi <em>radio single</em>, tertutup oleh lagu-lagu lain yang jauh lebih dahsyat.</p>
<p>&#8220;Dr Feelgood&#8221; membuka album ini tanpa tedeng aling-aling. Ini kalau kita mengabaikan &#8220;T.N.T (Terror &#8216;n Tinseltown)&#8221; yang hanya berdurasi 44 detik itu. Hantaman gitar yang berat itu. Juga <em>hook</em> gitar di bagian intro, siapa yang bisa lupa?</p>
<p>Karakter Jimmy di lagu ini nyaris sama ikoniknya dengan Ricky di lagu &#8220;18 and Life&#8221; milik Skid Row. Ia mengendarai Chevy 65, mengedarkan heroin, sosok glamor, dan panggilannya adalah Dr. Feelgood. Karena dia bisa membuat kamu merasa nyaman, sekaligus menghantuimu seperti Frankenstein.</p>
<p>Mick Mars seperti menggeram dan memanggilmu untuk <em>moshing</em> di lagu &#8220;Kickstart My Heart&#8221;, sebuah ode untuk nyawa Nikki yang sempat terbang, namun kembali lagi.</p>
<p>Lagu ini punya reff yang megah. <em>Anthemic</em>. Cocok sekali untuk dimainkan di segala tempat pun suasana. Mau di bar sempit yang penuh asap rokok dan bau pesing, boleh. Atau di stadion besar dengan penonton puluhan ribu, sikat Jon! Pasti akan mengundang koor para penonton.</p>
<p>Dan Mick Mars, aduh, sang <em>hair metal wizard</em> itu memang brutal kalau sudah diberi gitar. Di bagian akhir lagu, dia mengamuk memakai talk box. Membuat &#8220;Livin on A Prayer&#8221; seperti ajang Richie Sambora berlatih memainkan talk box.</p>
<p>Tommy Lee, sebelum meniduri Pam, sempat menjalin hubungan romantis &#8211;berujung pernikahan&#8211; yang berjalan cukup lama dengan Heather Locklear. Kisah cinta mereka bisa dibaca di biografi Motley Crue, <em>The Dirt</em>.</p>
<p>Kisah cinta mereka mengilhami &#8220;Without You&#8221;, lagu rock romantis yang selalu ada di setiap kompilasi <em>Love Rock</em> atau <em>Slow Rock</em>. Video klipnya yang surealis juga membuat saya bengong saat pertama kali melihatnya. Apa-apaan ini kok ada piramida dengan mata, kunci melayang, dan jaguar?</p>
<p>Lagu &#8220;Don&#8217;t Go Away Mad (Just Go Away)&#8221; menghadirkan rock riang gembira. Dengan video klip yang juga menghibur dan dipungkasi dengan satu band berlatih bersama. Ini sebenarnya sedikit ironis dan menipu. Karena nyatanya album <em>Dr. Feelgood</em> direkam terpisah, agar para personel Motley tak saling bertengkar satu sama lain.</p>
<p>Produser Bob Rock bahkan mengatakan betapa sulitnya menangani Motley Crue di album ini, karena mereka &#8220;&#8230;empat orang bajingan Los Angles yang setiap saat selalu mabuk dan ingin membunuh satu sama lain.&#8221;</p>
<p>Mahakarya dari 1989 ini ditutup oleh lagu yang paling menarik sekaligus paling menyedihkan: &#8220;Time for Change&#8221;. Lagu itu ibarat nubuat bagi nasib, tak hanya Motley Crue, tapi juga para band-band hair metal saat demam grunge mulai datang. Suara Vince terdengar parau, sekaligus getir. Seperti tahu kalau hidupnya bakal berat selepas dekade 80.</p>
<p><em>I heard some kids telling me</em><br />
<em>How they&#8217;ve lost all the faith, in the way</em></p>
<p>Selepas era 80-an berlalu, angin musik yang awalnya berpusat di Los Angeles bertiup ke arah Seattle. Para anak-anak muda sudah bosan dengan dandanan ala band hair metal, juga gaya hidup mereka yang glamor. <em>They have lost all the faith</em>. Mereka lebih menyukai Nirvana, Pearl Jam, atau Alice in Chains. Lebih apa adanya. Membumi. Dan akrab dengan kelas pekerja.</p>
<p><em>The lines on their faces so deep, yeah</em><br />
<em>A revolution, or reach out</em><br />
<em>And touch the day</em><br />
<em>We&#8217;re overdue, child</em></p>
<p>Era hair metal sudah usai. Saatnya para band hair metal mengepak segala macam alat musik mereka. Kembali manggung di bar kecil dengan bayaran yang hanya cukup untuk beli satu botol Jack Daniels. Kevin DuBrow mulai botak, bangkrut sampai picis terakhir hingga harus hidup menumpang di rumah orang tua.<em> No more cherry pie for them, even for Jani Lane.</em></p>
<p><em>I feel the the future</em><br />
<em>In the hands of our youth</em><br />
<em>No more lies</em></p>
<p>Jalan sejarah musik rock dan metal kini ada pada tangan anak-anak yang lebih muda. Kurt Cobain, Jerry Cantrell, Perry Farrell, atau Eddie Vedder. Mereka tampak lebih nyata, tanpa polesan. Tak seperti dunia glam rock yang penuh dengan bedak dan pesta pora yang melelahkan.</p>
<p><em>Change</em><br />
<em>Now it&#8217;s time for change</em><br />
<em>Nothing stays the same</em><br />
<em>Now it&#8217;s time for change</em></p>
<p>Akhirnya perubahan lah yang menang. Slash dan Duff keluar dari Guns N Roses. C.C DeVille dipecat dari Poison. Segala macam band tiga huruf macam XYZ, Y&amp;T, TNT, atau KIX, bubar jalan dan belajar main scrabble. Blackie Lawless entah ke mana. Dee Snider jadi tua dan penggerutu. Joe Leste menekuni pekerjaan sebagai vokalis band kover AC/DC di Las Vegas.</p>
<p>Motley Crue? Vince Neil dipecat dan digantikan oleh John Corabi. Merilis album <em>Motley Crue</em> dan gagal di pasaran. Formasi lama kembali dan merilis <em>Generation Swine</em> pada 1997. Tetap babak belur di pasaran. Lantas Nikki Sixx membuat beberapa band baru. Begitu pula Tommy Lee yang bahkan sempat jadi DJ &#8211;bodohnya dia menolak tawaran jadi bintang porno. Tak ada karya mereka yang benar-benar bagus, kalau tak mau menyebutnya sampah belaka.</p>
<p>Apa yang patut dirayakan dari Motley Crue? Ya nostalgia. Apalagi tahun ini adalah tahun terakhir Motley Crue bermusik. Tahun depan sudah tak ada lagi Motley Crue. Walau saya masih sangsi. Motley Crue masih akan tetap ada selama mereka masih butuh uang.</p>
<p>Meski akhirnya Motley Crue benar-benar bubar, saya yakin mereka dan album<em> Dr. Feelgood</em> akan terus dikenang. Hingga 10, 20 tahun, bahkan hingga 50 tahun lagi. Siapa yang tahu.</p>
<p>Apalagi jika kamu menyempatkan diri melongok fanspage Nikki Sixx dan mengetahui fakta bahwa banyak sekali anak-anak usia 9 hingga 10 tahun ikut diajak menonton konser Motley Crue oleh orang tuanya. Wajah anak-anak itu girang sekali. Seperti jatuh cinta pada musik untuk pertama kalinya. Sama seperti saya saat mendengar lagu &#8220;Dr. Feelgood&#8221; pertama kali dan memaki kalau lagu ini brengsek betul.</p>
<p>Penggemar musik selalu beregenerasi. Itu kenapa musik yang baik, termasuk <em>Dr. Feelgood</em>, tak akan pernah mati. []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/26-tahun-dr-feelgood/">26 Tahun Dr. Feelgood</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuranwibisono.net/26-tahun-dr-feelgood/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bagian 1: The Motley Crue</title>
		<link>https://nuranwibisono.net/bagian-1-the-motley-crue/</link>
					<comments>https://nuranwibisono.net/bagian-1-the-motley-crue/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nuran Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2012 16:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Motley Crue]]></category>
		<category><![CDATA[The Dirt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nuranwibisono.net/?p=1172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bab 1 Vince: Tentang rumah pertama Motley Crue, di mana Tommy pernah terpergok dengan celana melorot dan penisnya masuk dalam sebuah lubang. Nikki membakar karpetnya. Vince mencuri narkotik dari kru [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/bagian-1-the-motley-crue/">Bagian 1: The Motley Crue</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Bab 1</strong></p>
<p style="text-align: center;">Vince:</p>
<p style="text-align: center;">Tentang rumah pertama Motley Crue, di mana Tommy pernah terpergok dengan celana melorot dan penisnya masuk dalam sebuah lubang. Nikki membakar karpetnya. Vince mencuri narkotik dari kru band David Lee Roth. Dan Mick terus menjaga jarak dari ketiga orang itu.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Nama perempuan itu adalah Bullwinkle. Kami memanggilnya seperti itu karena dia punya wajah seperti rusa. Tapi Tommy begitu mencintainya, meskipun dia bisa mendapatkan perempuan manapun di Sunset Strip. Tommy mencintainya dan ingin menikahinya karena &#8211;Tommy terus menceritakan hal ini&#8211; Bullwinkle bisa memuncratkan cairan orgasmenya ke seluruh penjuru ruangan.Tapi sayangnya, tidak hanya cairan orgasmenya yang ia lontarkan ke seluruh rumah. Tapi juga semuanya: piring, baju, kursi, tinju &#8211;pada dasarnya semua yang bisa ia lempar.</p>
<p>Dari dulu hingga sekarang, aku bahkan tak pernah melihat perempuan sekasar dia. Satu kata atau pandangan yang salah akan membuat dia meledak dalam kemarahan. Suatu malam, Tommy mencoba mencegahnya masuk dengan cara membuat kenop pintu macet &#8211;kunci pintunya sendiri sudah sejak lama rusak sejak polisi menendang pintu itu beberapa waktu lalu&#8211;, Bullwinkle mengambil alat pemadam kebakaran dan melemparnya ke jendela agar bisa masuk. Polisi akhirnya datang lagi malam itu dan menodongkan pistol ke Tommy, sementara aku dan Nikki bersembunyi di kamar mandi. Kami tak tahu siapa yang lebih kami takuti: Bullwinkle atau polisi.</p>
<p>Kami tak pernah memperbaiki jendela itu. Memperbaiki jendela rusak terlalu melelahkan. <em>Need too much work</em>. Orang-orang akan masuk ke dalam rumah kami, yang berlokasi di dekat Whiskey A Go-Go, untuk berpesta, baik melalui jendela yang rusak atau pintu depan yang sudah reot, yang sebenarnya hanya bisa tertutup kalau kami menaruh papan di belakangnya. Aku berbagi kamar dengan Tommy, sedang Nikki, si keparat itu, punya kamar besar yang ia tempat sendiri. Ketika kami menempati rumah itu, sudah ada perjanjian kalau akan ada rotasi kamar. Jadi setiap orang akan bergantian menempati kamar seorang diri. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Kami terlalu malas. <em>It was too much work</em>.</p>
<p>Saat itu tahun 1981, kami sedang bangkrut, hanya punya sedikit barang beserta seribu piringan hitam 7 inci (berisi <em>demo single</em> kami). Di ruang tamu, ada satu sofa kulit dan sebuah stereo milik Tommy, hadiah natal dari orang tuanya. Langit-langit sudah peyok, karena setiap tetangga kami komplain tentang keberisikan kami, maka kami memukul langit-langit dengan gagang sapu atau gitar. Karpetnya ternoda oleh tumpahan alkohol, darah, dan puntung rokok, dan temboknya hangus.</p>
<p>Rumah kami dikerubuti banyak sekali kutu dan serangga. Jika ingin menggunakan oven, kami harus memanaskannya terlebih dulu selama 10 menit untuk membunuh serangga-serangga di dalamnya. Kami tidak mampu beli pestisida. Jadi untuk membunuh serangga, kami menggunakan<em> hair spray</em>, lalu menyemprotkannya pada korek, dan membakar serangga-serangga itu. Tentu kami mampu membeli (atau mampu mencuri) beberapa benda penting seperti<em> hair spray</em>, karena kamu harus punya benda itu untuk membuat rambutmu berdiri &#8211;agar bisa bergaul di klub.</p>
<p>Dapur rumah kami lebih kecil ketimbang kamar mandi, dan baunya tengik. Di dalam kulkas biasanya ada ikan tuna yang sudah basi, bir, sosis merk Oscar Mayer, mayonaise yang kadaluarsa, dan mungkin hot dog jika masih tanggal muda, atau kami mencurinya dari toko yang menjual minuman keras, atau hasil patungan kami. Biasanya, Big Bil, seorang <em>biker</em> seberat 450 pound (kira-kira 204 kg) dan tukang pukul dari bar Troubador, datang dan memakan hot dog itu. Tentu saja kami tak berani melarangnya dan bilang kalau itu adalah makanan terakhir yang kami punya.</p>
<p>Ada sepasang suami istri yang sering iba pada kami, dan mereka seringkali membawakan semangkok besar spaghetti untuk kami. Saat kami benar-benar tak punya uang, Nikki dan aku akan mengencani gadis yang bekerja di warung makan agar kami mendapat makanan gratis. Tapi kami selalu membawa minuman keras sendiri. Itu menyangkut harga diri bung&#8230;</p>
<p>(bersambung)</p>
<p><em>post-scriptum: Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari bagian 1 buku </em>The Dirt,<em> buku biografi Motley Crue. Saya menerjemahkan bebas beberapa nukilan di buku itu. Ini adalah nukilan yang pertama.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net/bagian-1-the-motley-crue/">Bagian 1: The Motley Crue</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://nuranwibisono.net">Foi Fun!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuranwibisono.net/bagian-1-the-motley-crue/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1172</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
