Beberapa blog yang suka sekali saya kunjungi. Sila mampir. Dijamin anda pasti juga betah di sana.
Penulis perjalanan terbaik di Indonesia saat ini. Selain tulisannya yang seperti memiliki nyawa dan mengajak kita ikut tenggelam dalam tulisan, nyalinya juga serupa dunia. Besar. Seperti tak berbatas. Dia menjelajah Afghanistan, Kazakhstan, Mongol, sampai Papua Nuigini.
Saya tak pernah bertemu Ajeng. Tapi selalu suka caranya menulis. Apalagi kalau dia menulis tentang Pagi, anak perempuannya. Tipikal penulis yang langsung membuatmu terasa akrab dengan objek tulisannya.
Salah satu lelaki yang brengsek jeniusnya. Dia bahkan bisa menulis tentang probabilitas percintaan dengan rumus matematika. Saya selalu suka ketika dia menulis tentang film.
Kawan baik saya sejak 2006. Betah diisengi dan diusili. Dia jago motret. Nulis pun bisa. Objek foto favoritnya tipikal jurnalis metropolitan: penggusuran, kebakaran, banjir, dan lain sebagainya. Tapi dia juga yahud kala memotret hal lain. Maklum, alumnus Sekolah Fotografi Antara.
Saya selalu suka blog Awe –panggilan Ardi Wilda. Dia bisa menuliskan hal-hal kecil dan sederhana yang kerap luput dari pengamatan kebanyakan orang.
Mantan pemimpin redaksi Mojok. Penggemar Peter Pan, alumnus pondok pesantren besar, dan tulisannya selalu mengalir.
Kalau Dhani, rasanya tak perlu saya jelaskan siapa dia. Selebtwit, budayawan, pembela kaum minoritas, dan penulis handal. Ini adalah blog yang berisi kumpulan tulisannya.
Kalau ada orang terselo di Indonesia, saya menjagokan Mas Budi Warsito untuk jadi pemenang. Kegiatan selonya tak tertandingi. Dua contohnya adalah: menulis tentang Senam Kesehatan Jasmani (renik peninggalan Orba), dan juga resensi kaset juara lomba siul se Indonesia. Iya, juara siulan.
Salah satu penulis fiksi terbaik di Indonesia saat ini. Muda, mirip anggota boyband Korea (Selatan tentu saja, entah kalau di Korut ada boyband), dan punya selera humor yang mencengangkan.
Salah satu penulis musik favorit saya sepanjang masa. Dari tulisan-tulisan di blognya, saya sering mendapat informasi musisi yang harus saya dengar.
Penulis musik yang asyik. Dia tinggal di New York. Gaya bahasanya ibarat, mengutip Andreas Harsono, “…kawan lama yang datang untuk bercerita.” Dia juga sering menulis tentang hidup keseharian di kota yang tak pernah tidur itu. Bikin saya makin mupeng datengin Lower East Side yang ditulis Michael Monroe.
Blog favorit saya. Penulisnya adalah teman sejak SD. Gaya tulisannya ringan dan jenaka. Putri juga ciamik kalau menulis feature. Sayang dia sudah jarang mengunggah tulisan baru. Hiks.
Saya kesusahan untuk memberikan predikat pada Jaki. Dia penulis musik yang saya sukai. Gaya tulisannya runut, rapih. Sesuatu yang tidak pernah bisa saya lakukan. Tapi selain musik, kami sering berbincang tentang banyak hal. Mulai dari Si Doel Anak Sekolahan, resep masakan, sampai cicilan KPR.
Salah satu penulis perjalanan yang paling berpengaruh sekarang ini. Saya suka kalau dia menulis tentang keluarganya.
Satu-satunya penulis Indonesia yang bukunya terserap pasar 100 persen. Bahkan Tere Liye tak bisa melakukan itu. Apalagi Jonru.
Penyair idola semua orang. Banyak terinspirasi Afrizal Malna. Puisinya seringkali menghentak dan menghunjam. Ya walaupun kalau dia nulis esai, kadang saya bingung dan ndak paham. Hehehe.
Hifatlobrain sudah ada jauh sebelum gegap gempita traveling di Indonesia. Tujuannya luhur: menuliskan catatan perjalanan dengan cara yang berbeda. Tidak sekadar how to go there, where to eat, bla bla bla. Lebih ke feature perjalanan yang memberikan pengalaman asyik.
Ini situs kawah candradimuka bagi saya. Saya selalu dibebaskan menulis dengan gaya apapun di sini. Ada banyak penulis yang sekarang tenar, berhasil besar dan mendapat jaringan karena menulis di sini.
Dia adalah pejalan yang tangguh. Tulisannya asoy punya. Sebagai perempuan berjilbab, dia tak mau dihalangi untuk jalan-jalan. Dia punya kacamata unik dalam memandang setiap perjalanan. Sayang, karena semakin sibuk sebagai abdi pemerintah, dia jarang menulis lagi.
Situs ini yang mengajari saya tentang kopi. Juga menghadirkan kisah-kisah menarik seputar kopi.
Situs kesayangan kita semua. Sedikit nakal, banyak akal.
Penulis panutan saya. Tekun, teliti, dan pengarsip yang luar biasa. Celetukannya selalu segar dan bikin saya tersenyum.
Adik Ayos. Lucu. Seniman keren. Dulu sering mengunggah grafiti yang dia buat.
Penerjemah handal. Kalau nulis kerap pedas. Tapi jujur dan lugas.
Kalau ini guru saya. Baik dalam nulis, maupun soal hidup. Tsaaah. Dia punya semua keunggulan sebagai penulis. Banyak baca, tak pakai istilah ndakik-ndakik, keras terhadap diri sendiri. Kelemahannya cuma satu: suka AS Roma.
Istri saya. Hehe. Dulu sering nulis. Sekarang sudah jarang. Dulu, baginya, nulis adalah pelampiasan kegalauan. Kenapa sekarang jarang nulis? Karena sudah nikah sama saya, jadinya bahagia terus. Hehe.
Salah satu penulis perjalanan idola saya. Liat. Lucu. Dan tulisannya selalu tanpa pretensi apapun. Oh ya, kami sama-sama suka Guns N Roses.
Mas Ridwan. Bertemu dengan saya karena obrolan tentang Bubin Lantang. Lalu nyambung karena kami suka banyak hal yang sama. Dia suka naik sepeda. Sekarang sedang menempuh program doktoral di UGM.
Dia salah satu kawan sekaligus pembaca pertama blog saya, bareng Ayos dan Putri. Tulisannya asoy punya. Persis kayak yang punya, ceriwis dan kritis.
Penerjemah handal sekaligus pendiri penerbitan Marjin Kiri yang legendaris itu. Di blog ini, kamu bisa membaca tulisan-tulisan apiknya, juga banyak terjemahan tulisan dari penulis-penulis terkenal Amerika Latin.
Rock n roll propagandist paling berpengaruh. Mantan manajer SID. Orangnya sangat menyenangkan. Tulisannya apalagi.
Cak Rusdi, begitu saya memanggilnya, adalah penulis yang sangat keren. Tulisannya tertata dengan rapi. Tertata. Sekaligus bisa mengejek dengan cara yang sangat halus.
Sejarawan asal Jember. Saya selalu suka bagaimana mas Bro –panggilannya– menulis tentang Jember dan Kalisat, tempat tinggalnya sekarang. Sederhana, tapi guyub. Dia juga sangat tekun dan sabar sebagai seorang sejarawan.
Penulis novel Kamu. Orangnya pendiam dan kerap canggung. Tapi kalau menulis, dia seperti Li Mu Bai di dunia persilatan. Lincah, jenaka, dan ya, selera humornya juga sering bikin saya cepirit di celana. Maklum, kebanyakan bergaul dengan Dea Anugrah.
Dulu saya selalu mengira kalau perawat di rumah sakit itu tak ada yang suka menulis. Karena sibuk, tentu saja. Hingga saya bertemu dengan Bayu. Tulisannya ciamik. Sangat runut dan sistematis, tapi sangat bernyawa.
Tak ada penggemar musik metal yang tak kenal Mas Samack. Bisa dibilang dia dedengkot metalhead di Malang, bahkan Indonesia. Tulisannya selalu segar dan tak pernah membuat saya asing.
Videografer sekaligus penulis perjalanan yang hits. Banyak videonya yang keren-keren. Tapi dari semua perjalanannya, saya justru paling suka ketika dia mengajak Simboknya keliling Jogja dan Bali. Intim, dekat, hangat.
Dulu pertama bertemu waktu dia datang ke Jember. Ke Ijen dan Merapi bareng. Saya ajak makan Mie Apong di Jember. Sekarang dia meniti karir sebagai fotografer National Geographic Indonesia.
Salah satu orang yang membuat saya iri. Tulisannya ringkas, tapi padat dan selalu bernyawa. Mengalir begitu saja. Orang-orang dengan tulisan seperti ini adalah mereka yang sudah melahap ratusan ribu lembar buku dan menulis jutaan huruf. Ditempa pengalaman.
I.d.o.l.a.
Istri Mas Bro. Penulis apapun. Dia bisa menulis perjalanan, sejarah, ataupun kopi.